"Penyelundupan adalah ibarat menikam bangsa kita, menikam badan kita. Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita. Membunuh ekonomi kita artinya membunuh bangsa kita. Penyelundupan ke dalam, apakah berupa penyelundupan narkotika, barang-barang yang membuat pabrik-pabrik kita tutup, atau penyelundupan keluar," tegasnya.
Secara terperinci, Presiden mengungkapkan deretan komoditas vital nasional yang terus-menerus menjadi sasaran aksi ilegal tersebut. Harta kekayaan milik negara seperti timah, emas, batu bara, hingga kayu dilaporkan terus diselundupkan keluar. Hal serupa terjadi pada komoditas yang disubsidi negara dengan anggaran besar, termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan pupuk.
Melihat celah hukum dan pengawasan yang ada, Presiden Prabowo mempertanyakan sistem yang masih memberi ruang bagi bertahannya praktik-praktik koruptif ini. Beliau menekankan agar pembiaran tersebut segera dihentikan demi menyelamatkan kekayaan negara dan memastikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
