Guntur Romli Kritik Menkeu Soal Anggaran Kurban Presiden Rp100 M: Aneh Bendahara Negara Tak Tahu
Selain masalah transparansi anggaran, Guntur menyoroti keabsahan ibadah tersebut dari sisi hukum Islam (fikih). Ia menegaskan, kurban merupakan ibadah personal yang anggarannya harus bersumber dari harta pribadi individu yang berkurban (mudhahi).
"APBN bukan harta Presiden Prabowo, melainkan milik 280 juta rakyat Indonesia yang terdiri dari lintas agama. Secara fikih, berkurban menggunakan uang rakyat atas nama pribadi Presiden adalah sebuah kontradiksi yang tidak bisa dibela," tegasnya.
Guntur juga menyentil klarifikasi Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardianto yang menyebut pengadaan tersebut sebagai bantuan kemasyarakatan. Ia menilai, pelabelan nama "RI 1" atau "Prabowo" di lapangan justru mengaburkan esensi ibadah dan terkesan menjadi alat penunjang citra politik.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak mengetahui perihal alokasi APBN untuk pembelian 1.098 ekor sapi kurban tersebut. Selepas salat Iduladha di kantor DJP, Rabu (27/5/2026), Purbaya menduga Presiden menggunakan dana pribadi dan menyarankan awak media untuk mengonfirmasi langsung ke pihak Mensesneg.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar