Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jaksa Kejati Maluku Segera Panggil Saksi Dugaan Korupsi Ruko Pasar Mardika Ambon
Advertisement . Scroll to see content

DPRD Maluku Dukung Penolakan Tambang Galian C PT Batu Licin di Kei Besar

Selasa, 17 Juni 2025 | 01:06 WIB
  • author Aldi Josua
DPRD Maluku Dukung Penolakan Tambang Galian C PT Batu Licin di Kei Besar
Gedung DPRD Maluku, tempat isu penggunaan dana hibah yang ditengarai fiktif mulai bergulir.

AMBON, iNewsAmbon.id - DPRD Maluku menyatakan dukungan penuh terhadap tuntutan Aliansi Anak Maluku untuk menghentikan operasi tambang galian C milik PT Batu Licin di Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara. 

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Benhur G. Watubun, setelah menerima aspirasi ratusan mahasiswa yang melakukan aksi solidaritas di kantor DPRD .

Benhur menjelaskan bahwa sembilan fraksi di DPRD sepakat menolak kehadiran perusahaan tersebut karena diduga melanggar sejumlah peraturan, termasuk tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Ketua Komisi II DPRD, Irawadi, mengungkapkan bahwa sejak akhir Mei 2025, Komisi telah turun ke lokasi dan menemukan PT Batu Licin belum mengantongi izin resmi. 

Namun, pihak perusahaan tetap beroperasi sejak sembilan bulan terakhir, dan hasil produksi telah dikirim ke Manokwari untuk proyek strategis nasional.

Saat meninjau lapangan, DPRD juga mendengar keluhan warga Ohoi Mataolat dan Nerong yang mengaku belum menerima kompensasi sesuai janji. 

Sebelumnya dijanjikan Rp12.000/m², kenyataannya hanya diterima Rp8.000/m² ditambah Rp2.000 untuk tanaman. 

Masyarakat juga meminta pembangunan fasilitas, seperti pagar masjid dan talud pemecah ombak, namun hingga kini belum terpenuhi

Editor: Nevy Hetharia

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut